* رسالة * إلى الأخوات المسلمات
* رسالة * إلى الأخوات المسلمات بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين؛ سيدنا محمد وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهديه واستن بسنته إلى يوم الدين...
Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, sholawat dan salam semoga tetap tercurah pada utusan yang paling mulia, pemimpin kami, Muhammad beserta keluarganya, sahabatnya dan siapa saja yang mengambil petunjuk dan sunnahnya hingga hari pembalasan …
Saudari-saudariku, kaum muslimah nan mulia,
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته...
Telah lama aku ingin berbicara pada kalian mengenai apa saja yang terjadi pada umat islam ini, yang berupa berbagai peristiwa dan insiden besar. Akan tetapi kondisilah yang menghalangi antara kita. Telah tiba saatnya aku berbicara pada saudari-saudari ku yang mulia, akan tetapi aku mulai pada keluarga dan orang-orang tercinta di negeri kami yang tercinta ini. Maka aku katakan pada mereka, janganlah kalian merisaukan kami karena kami –sembari memuji Alloh- dalam (keadaan) baik dan (mendapat) kenikmatan dari Alloh –Yang maha perkasa dan mulia-. Sedangkan hati dan jiwa kami (tetap) bersama kalian meskipun jarak kita memang jauh.
Beginilah dunia, ada perjumpaan dan ada perpisahan yang (harus) kita lalui selama kita di atas kebenaran dan dipanggil karena kebenaran. Sebagaimana yang Alloh –Yang maha tinggi- katakan,
﴿وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ﴾
“Dan janganlah kalian merasa lemah dan sedih sedangkan kalian adalah orang-orang tinggi jika kalian mengetahui.”
Semoga kita dapat bertemu (kembali) dalam waktu dekat, insyaAlloh. Karena kelapangan dari Alloh adalah dekat dan pertolongan-Nya pastilah dating dengan izin-Nya –Yang maha tinggi-.
Setelah (kepada) keluarga dan orang-orang tercinta, aku tujukan pembicaraanku ini kepada saudari-saudariku yang mulia dalam umat islam yang berharga ini. Terkhusus kepada saudari-saudari kami tercinta yang sedang beribath di bumi jihad dan (di) belahan bumi (lainnya), serta kepada ibu-ibu kami yang telah memberikan belahan hati mereka di jalan Alloh dan untuk membela diin-Nya. Meskipun demikian mereka tidak menjadi tumpul dan bosan untuk menolong diin ini. Berapa banyak suami, anak dan saudara yang telah mereka berikan!? Berapa banyak gangguan yang telah menimpa mereka di jalan Alloh!? Maka, kita semua berada pada satu keadaan; para wanita yang beribath, berjihad lagi mendapat gangguan. Mereka telah mengorbankan apa yang ada di sisi mereka. Akan tetapi –demi Alloh Yang tidak ada ilah selain-Nya- semua itu tidak dan tidak akan menjadikan kami terlambat –meskipun sebentar- dari membela diin kami, meskipun di jalan ini kami kehilangan orang-orang tercinta dan jauh dari keluarga. Akan tetapi –meskipun itu semua terjadi- kami tidak mendapati kecuali rasa manis dalam (menempuh jalan) ini, ridho terhadap sesuatu yang dengannya Alloh memuliakan kami, dan terhadap sesuatu yang dengannya Alloh memilih kami di antara hamba-hamba-Nya yang lain. Yakni dengan diberikannya rizqi jihad di jalan-Nya, membela diin-Nya dan meninggikan kalimat-Nya. Meskipun semua ujian ini ada, kami (tetap) berada dalam kecukupan untuk hidup, sedangkan kemuliaan dan karunia hanya milik Alloh semata.
Wahai saudari-saudariku yang tercinta nan mulia, tetaplah teguh di jalan ini karena kekuatan yang besar dan faksionalisme internasional tidak akan (dapat) menghentikan kami. Alloh –Yang maha perkasa lagi mulia- bersama kita, Dia lah yang yang mecukupi dan melindungi kita. Kita tidak akan takut terhadap siapapun kecuali terhadap Dia –Yang maha suci lagi tinggi-. Hanya milik Alloh lah segala puji, kami (tetap) teguh menghadapi segalanya dan kalian akan mendapat berita gembira mengenai janji Alloh kepada kita sebagaimana yang Dia katakan,
﴿أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ﴾
“Apakah kalian mengira akan masuk surga padahal belum datang (ujian) kepada kalian seperti yang menimpa orang-orang sebelum kalian. Mereka ditimpa gangguan dan marabahaya serta digoncang hingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “kapan (datangnya) pertolongan Alloh?” Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu dekat.” (QS. Al-Baqoroh: 214)
Maka pertolongan itu dekat dengan izin Alloh. Robb kita juga tidak akan mengabaikan kita insyaAlloh. Kemenangan (di dunia) atau kesyahidan. Keduanya adalah lebih baik dari yang lainnya. Dan kami tidak akan lemah dalam menolong agama kami karena itulah yang termahal bagi kami.
Saya memohon kepada Alloh untuk kami dan untuk saudari-saudari kami di belahan bumi lain –khususnya di bumi ribath, seperti Palestina, ‘Iroq, Chechnya, Afghonistan dan Shomalia- agar mendapatkan kesabaran dan keteguhan hingga mati. Kemenangan atau syahadah.
﴿وَاللّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ﴾.
“Alloh lah Yang menang di atas perkara-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidaklah tahu.” (QS. Yusuf: 21)
Aku ingatkan diriku dan aku ingatkan saudari-saudariku tercinta akan (kisah) shohabiyah yang berjihad, berhijroh lagi beriman. Karena mereka adalah tauladan yang terbaik bagi kita, dengan merekalah kita mengambil tauladan, dengan merekalah kita berhibur, berapa banyak ‘ibroh dan hikmah pada (sejarah) perjalanan mereka yang harum. Karena mereka tidak tumpul dan tidak bosan membantu diin kita. Maka kami –insyaAlloh- berada di jalan mereka. Tauladan yang paling besar bagi kami adalah sayyidah Khodijah –semoga Alloh meridhoinya- berapa banyak dia telah menolong Rosululloh –semoga Alloh limpahkan berkah dan kesejahteraan bagi beliau- dalam melaksanakan da’wah beliau. Dahulu dia pernah mengatakan pada Rosululloh,
"فوالله لا يخزيك الله أبدا، إنك لتصل الرحم، وتصدق الحديث، وتحمل الكل، وتعين على نوائب الحق"
“Demi Alloh, Alloh tidak akan menghinakan Anda selamanya. Sesungguhnya Anda menyambung hubungan kerabat, jujur dalam berbicara, menanggung letih dan menolong yang tertimpa musibah.”
Demikian juga sayyidah Shofiyyah –semoga Alloh meridhoinya-, dia adalah wanita pemberani yang ketika melewati benteng yahudi, ada yahudi sedang mengelilingi benteng itu sedangkan kaum muslimin masih berperang melawan musuh mereka. Maka Shofiyyah pun turun dan membunuh yahudi itu dengan batangan besi tanpa takut dan tanpa peduli. Dia adalah lebih pemberani dari pada kebanyakan pria-pria di masa ini.
Demikian juga dengan sayyidah Ummu ‘Umaroh –semoga Alloh meridhoinya- yang dalam perang Uhud dia mendapat 12 luka ketika membela Rosul –semoga Alloh limpahkan berkah dan kesejahteraan baginya-. Ummu ‘Umaroh juga terpotong tangannya pada perang al-Yamamah dan pada perang al-Yamamah juga dia mendapat 11 luka (pada tubuhnya) kecuali salah satu tangannya.
Dengan merekalah kami mengambil tauladan dalam membantu suami-suami kami di atas kebenaran, dalam kegagahan dan dalam keberanian. Kami juga tidak takut kepada siapapun kecuali Alloh –Yang maha suci lagi mulia-.
Adapun pesanku yang kedua (tertuju) pada saudari-saudariku muslimah yang tertawan di penjara-penjara thoghut:
Maka aku katakan kepada mereka, kalian ada di hati kami, selamanya kami tidak akan melupakan kalian, insyaAlloh kita tidak akan pesimis untuk membebaskan kalian dari penahanan, karena kalian adalah tujuan kami dan kami adalah saudari kalian. Selamanya kami tidak akan melupakan kalian. Dan Alloh mengetahui bahwa kami selalu berdoa pada Alloh agar Dia menjaga kalian dari segala keburukan dan kejelekan, serta agar Dia segera membebaskan kalian dari penahanan.
Adapun pesanku yang ketiga (tertuju) untuk seluruh kaum muslimah di dunia ini secara umum;
Yang pertama, aku seru mereka untuk komitmen terhadap seluruh hukum-hukum islam, karena di dalamnya tedapat kebahagiaan dunia dan kesuksesan di akhirat. Khususnya (untuk) komitmen terhadap hijab, karena hijab adalah identitas seorang muslimah yang (teguh) beribadah pada Robb-nya, yang (teguh) taat terhadap perintahnya, serta karena meninggalkan hijab adalah bentuk ketaatan terhadap setan. Juga sebagaimana yang kalian ketahui wahai saudari-saudari muslimah, sesungguhnya penyerangan terhadap hijab termasuk bagian peperangan yang paling keras antara Islam dan Kufr, karena orang-orang kafir jahat itu ingin agar seorang wanita melepaskan diin-nya, dan hal pertama yang dilepas oleh seorang wanita adalah penampilan dan penutupnya. Maka jika seorang wanita telah melucuti penampilan dan pentupnya, hal itu akan diiringi oleh serangkaian pelucutan terhadap sisa diin-nya.
Maka wajib bagi seorang wanita muslimah untuk memperhatikan masalah ini dengan baik. Juga sebagaimana yang kalian ketahui wahai saudari muslimah, bahwa bangsa barat tidak menginginkanmu kecuali sebagai barang dagangan yang dapat mereka jual dan agar mereka dapat menghapus simbol-simbol islam dengan-mu (yang telah melepaskan identitas islam). Karena hijab yang dinisbatkan pada wanita muslimah, adalah simbol pertama dari simbol-simbol islam. Dalam hijablah terdapat kehormatan, kesucian dan pentup bagimu.
Sedangkan dunia kafir barat tidak menginginkanmu komitment terhadap hijab, karena komitmennya seorang wanita terhadap hijab akan mengungkap keruntuhan mereka, menghinakan akhlaq dan (menyingkap) degradasi (moral) sosial mereka. Karena bangsa kafir barat (senantiasa) menjual wanita. Mereka menganggap wanita sebagai barang dagangan yang murah, yang bagi mereka wanita tidaklah perlu dijaga dan dihormati. Bahkan bagi mereka wanita merupakan satu dari berbagai sarana bisnis porno dan maksiat. Hanya pada Alloh (kita) berlindung dari semua itu.
Akan tetapi, seorang wanita muslimah yang berhijab adalah wanita yang terlindungi dan dihormati di dalam rumah dan di luar rumah. Dia adalah permata yang tersimpan dan mutiara yang (amat) berharga.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Robb kita –Yang maha suci lagi tinggi-,
﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا﴾
“Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isteri dan anak-anakmu serta (kepada) wanita-wanita kaum mu’minin agar mereka menjulurkan (memanjangkan) jilbab mereka, (karena) itu adalah (agar) mereka lebih mudah dikenal dan (agar) mereka tidak diganggu. Dan adalah Alloh maha pengampun lagi penyayang.” (al-Ahzab: 59)
Inilah firman Alloh –Yang maha perkasa lagi mulia- kepada Rosul-Nya –semoga Alloh limpahkan berkah dan kesejahteraan baginya-, agar beliau berbicara (memerintahkan) kepada isteri-isteri, anak-anak dan wanita-wanita kaum mu’minin. Maka karena itu, wajib bagi kita (wahai) saudari-saudari mu’minah, agar komitmen terhadap hijab syar’iy. Karena itu adalah lebih baik bagi kita dalam urusan diin dan dunia kita.
Kedua, aku nasehatkan kepada saudari-saudariku muslimah untuk mendidik anak-anak mereka agar taat pada Alloh –Yang maha suci lagi tinggi-, untuk mencintai jihad di jalan Alloh, untuk mengobarkan semangat saudara, suami serta anak-anak pria (mereka) agar membela bumi kaum muslimin dan kekayaan mereka serta mengembalikannya dari para perampas yang telah merampas negeri kaum muslimin dan merampas kekayaan mereka, juga untuk memperingatkan umat agar berlepas diri dari orang-orang yang ingin bersekongkol dengan musuh dan dari mereka yang hendak menyia-nyiakan bumi kaum muslimin.
Aku juga menasehatkan pada mereka (kaum muslimah) untuk membantu para mujahidin dengan doa dan harta, untuk membantu keluarga orang-orang yang terluka dan (keluarga) para tahanan, serta untuk mengumpulkan harta sumbangan / shodaqoh untuk anak-anak mereka. Karena mereka sangat membutuhkan kepada orang yang mau membantu mereka dalam (menghadapi) kesulitan hidup.
Aku ingatkan saudari-saudariku terhadap sabda Nabi –semoga Alloh limpahkan berkah dan kesejahteraan padanya-,
"الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ"()
“Puasa adalah perisai dan shodaqoh memadamkan (menghapus) kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. at-Tirmidzi, dia berkata, hadits hasan shohih)
Aku ingatkan juga terhadap sabda beliau –semoga berkah dan kesejahteraan Alloh limpahkan padanya-,
"يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ"()
“Wahai kaum wanita, shodaqoh lah karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak.” (HR. al-Bukhoriy)
Aku yakinkan saudari-saudari-ku muslimah di belahan bumi (lainnya), bahwa peran wanita muslimah sangatlah penting dalam amal islamiy. Karena wanita adalah saudari kaum pria. Maka wajib bagi wanita muslimah untuk beramal membantu kaum pria dalam membela diin dan bumi-nya. Wanita (dapat) membela dengan jiwa-nya. Jika tidak mampu, maka dengan hartanya. Jika tidak mampu, maka dengan berda’wah di jalan diin-nya, dengan metode menyeru saudari-saudarinya muslimah di masjid-masjid, di sekolah-sekolah, di lembaga-lembaga pendidikan, dan di rumah-rumah. Jika tidak mampu, maka via internet (dengan) menuliskan da’wah, menyebarkannya dan mempublikasikan seruan dari para mujahidin. Dan insyaAlloh itu akan sampai. (Suatu saat) akan engkau dapati telinga-telinga yang cenderung dan hati-hati yang memperhatikan. Wahai saudari-ku muslimah, maka aku berharap padamu agar engkau tidak tumpul dan tidak bosan untuk membela diin kita dengan media apapun yang engkau mampu.
Bertepatan dengan adanya berulang kali pertanyaan mengenai peran wanita dalam jihad sekarang ini, maka aku katakan –Alloh lah yang memberikan tawfiq-; sesungguhnya jihad ini adalah fardu ‘ayn bagi setiap muslim dan muslimah. Akan tetapi, jalannya peperangan bagi seorang wanita tidaklah mudah. Perang (bagi wanita) membutuhkan mahrom, karena wanita wajib bersama mahrom ketika dia pergi dan ketika dia kembali. Akan tetapi wajib bagi kita membela diin kita dengan berbagai cara, lalu kita letakkan jiwa kita untuk membantu para mujahidin. Apa yang mereka (para mujahidin) minta pada kita, kita jalankan. Sama saja apakah membantu dengan harta, atau membantu mereka (secara langsung), atau membantu dalam (bidang) informasi atau opini, atau berpartisipasi dalam pertempuran, atau bahkan hingga dengan operasi istisyhad. Karena, berapa banyak seorang saudari (muslimah) melaksanakan operasi istisyhad di Palestina, ‘Iroq, dan Checnya, serta (terbukti dapat) membunuh banyak musuh dan menjadikan mereka menerima kekalahan yang cukup parah. Maka kami memohon pada Alloh agar menerima mereka dan mempertemukan kami dengan mereka dalam kebaikan.
Akan tetapi peran kita (wanita) yang pokok –yang kita memohon pada Alloh agar menerima peran ini- adalah menjaga anak-anak, keluarga, dan rahasia para mujahidin. Kita bantu mereka dalam mendidik anak-anak mereka dengan baik. Sedangkan saudari-saudari kalian yang berhijroh –segala puji dan karunia hanya milik Alloh- yang sedang melaksanakan peran yang besar dalam bidang ini, mereka mengenakan (sifat) sabar, keteguhan, kegagahan, kezuhudan di dunia, cinta akhirat dan keberanian pada (diri) mereka, meskipun mereka mendapatkan kesempitan hidup, kehilangan suami, anak dan ayah mereka, jarang (mendapat) ketenangan, bahkan sungguh sebagian mereka telah diuji dengan menjadi tahanan (musuh). Namun, saudari-saudari kalian yang berhijroh itu (tetap) bersabar lagi mengharap pahala. Hanya milik Alloh lah segala puji dan karunia.
Dalam penutup perkataanku, aku ingatkan saudari-saudariku bahwa ajal dan rizqi telah ditetapkan di sisi Alloh. Sedangkan jihad tidaklah menyegerakan ajal dan tidak pula mengurangi rizqi. Sesungguhnya jihad hari ini telah menjadi fardhu ‘ayn, karena musuh kafir asing telah menjajah negeri-negeri kaum muslimin dan 3 tempat suci mereka berada dalam pengawasan dan penjajahan musuh. Demikian halnya dengan berkuasanya para penguasa boneka murtad terhadap kaum muslimin. Sungguh para ulama’ telah sepakat terhadap wajibnya menurunkan (penguasa) murtad.
Sebagaimana yang telah dikatakan oleh syahidul islam –sebagaimana yang kami sangka- syaykh ‘Abdulloh ‘Azzam –semoga Alloh menyayanginya-, sesungguhnya jihad menjadi fardhu ‘ayn bagi ummat ini semenjak jatuhnya Andalusia.
Sebagaimana para komandan mujahidin menyeru ummat ini untuk berangkat (berperang) ke medan-medan jihad, maka hendaknya kita wahai saudari-saudariku tercinta, tidak meninggalkan kewajiban-kewajiban syar’iy ini, dan hendaknya kita kobarkan semangat kita terhadap kewajiban ini.
Juga aku berikan berita gembira bahwa jihad ini dalam (proses) kemenangan dan kesuksesan, juga bahwa media informasi barat meskipun mereka menyatakan berbagai kerugian pasukan salibis dan yahudi di berbagai medan jihad, namun mereka tidak lain hanyalah menyampaikan satu bagian dari realita dan menyembunyikan sebagian besar realita (yang ada). Maka hendaknya kalian (mengikuti) media informasi para mujahidin yang menyampaikan berbagai kebenaran jihad dari lapangan dan membongkar tipuan media informasi barat. Inilah kami, sebagai contoh, marilah kita kalahkan kaum salibis. Karena setelah lebih dari 8 tahun dimulainya perang salib, –dengan karunia Alloh- kami senantiasa berjihad dari Chechnya hingga ke Maghrib Islamiy. Percayalah dengan pertolongan Alloh yang berfirman dalam kitabnya yang mulia,
﴿الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا﴾.
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Alloh. Sedangkan orang-orang yang kafir berperang di jalan Thoghut. Maka perangilah wali-wali setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu (sangat) lemah.” (QS. An-Nisa’: 76)
Aku tinggalkan kalian dalam penjagaan dan pemeliharaan Alloh.
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم
والسلام عليكن ورحمة الله وبركاته
Saudari kalian di (jalan) Alloh
Umaymah Hasan Ahmad Muhammad Hasan
Isteri Saudara Kalian Ayman az-Zhowahiriy
ادعوا لإخوانكم المجاهدين
Doakan untuk kebaikan saudara-saudara kalian para mujahidin
Saudara kalian di
Departement Produser Informasi “As-Sahab”
Sumber: (Pusat Informasi “al-Fajr”)
Ditarjamah oleh:
Muharridh Muhibbul Haq