Wednesday, February 10, 2010

Makna Thaghut


Setelah kita mengetahui dalil atas keabsahan syarat kufur kepada thaghut sebagai syarat keabsahan iman, maka kita mesti mengetahui makna thaghut supaya kita mengetahui siapa yang masuk didalamnya dan siapa yang tidak masuk, dan begitu juga kita mesti mengetahui cara kufur kepada thaghut supaya kita mengetahui sifat orang yang kafir kepada thaghut dari yang lainnya.
Saya katakan dalam makna thaghut ; ia adalah setiap yang diibadati selain Alloh walau dalam satu sisi dari sisi-sisi ibadah, sedang ia ridha dengan hal itu. (1)
Siapa yang diibadati selain Alloh dari sisi ruku, sujud, dan memalingkan sembelihan maka dia thaghut.
Siapa yang diibadati selain Alloh dari sisi doa dan permohonan maka dia thaghut.
Siapa yang diibadati selain Alloh dari sisi takut dan harapan maka dia thaghut.
Siapa yang diibadati selain Alloh dari sisi tha'at dan tahakum maka dia thaghut.
Siapa yang diibadati selain Alloh dari sisi cinta, wala dan bara maka dia thaghut.

Setiap yang ditaati karena dzatnya – selain Alloh Ta'ala – maka ia thaghut, dan masuk dalam hal itu penguasa kufur dan aniaya, para ahli ilmu dan pendeta, para syaikh dan para pimpinan partai dan kelompok serta yang lainnya. Dan orang yang taat kepada mereka karena dzatnya adalah orang yang ibadah kepada thaghut itu selain Alloh, baik dia tahu akan hal itu maupun tidak ...
Dan setiap yang di cintai karena dzatnya – selain Alloh Ta'ala – adalah thaghut.
Dan setiap yang di cintai karena dzatnya – selain Alloh Ta'ala – dia adalah yang dikabarkan al wala dan al bara didalamnya karena dan karena dzatnya – dan bukan karena Alloh dan karena dzat-Nya Ta'ala – tanpa memperhatikan keselarasan dia atau mutaba'ahnya terhadap al haq atau al bathil ... !
Banyak dari mereka adalah orang-orang yang mengira diri mereka diatas kebenaran dan bahwa mereka merdeka – yang hidup di zaman alam yang merdeka – pada hal mereka itu sebenarnya budak? Bagi para thaghut ... budak bagi budak yang mana mereka lebih rendah derajat dan statusnya dari mereka ...!!


Ibnu Taimiyyah rahimahulloh berkata dalam Al fatawa 28/200 : yang diibadati selain Alloh bila ia tidak benci akan hal itu adalah thaghut, oleh sebab itu nabi shallallahu alaihi wassalam menamakan berhala-berhala tersebut sebagai thaghut didalam hadist shahih tatkala beliau berkata :” orang yang ibadah kepada thawaghit mengikuti thawaghit itu”. Yang ditaati dalam maksiat kepada Alloh serta yang ditaati dalam hal mengikuti selain al huda dan dienul haq adalah thaghut, baik dia itu terima khabarnya yang menyelisihi kitabullah ataupun yang ditaati perintahnya yang menyelisihi perintah Alloh. Oleh sebab itu orang yang dirujuk hukumnya dari kalangan yang memutuskan dengan selain kitabulah dinamakan thaghut, dan Alloh juga namakan firaun dan 'Aad sebagai thaghut'.

Ibnul Qayyim rahimuhulloh berkata: “thaghut adalah setiap yang dilampaui batasnya oleh si hamba, yaitu yang diibadati atau diikuti atau ditaati, jadi thaghut setiap kaum adalah orang yang mana mereka mengacu hukum kepadanya selain Alloh dan Rosul-Nya, atau yang mereka ibadati selain Alloh, atau yang mereka ikuti tanpa ada bashirah dari Alloh, atau yang mereka taati dalam hal yang tidak mereka ketahui bahwa itu ketaatan kepada Alloh. Inilah thaghut-thaghut dialam ini, bila engkau mengamatinya dan mengamati keadaan-keadaan manusia bersamanya maka engkau melihat mayoritas mereka berpaling dari ibadatulloh kepada ibadatutthaghut, dan berpaling dari tahakum kepada Alloh dan Rosul-Nya kepada tahakum terhaap thaghut, serta dari taat kepada Alloh dan mutaba'ah Rasul-Nya kepada taat terhadap thaghut dan mutaba'ahnya.

Saya berkata :” Bila ini keadaan manusia pada zaman Ibnul Qoyyim rahimahulloh, maka bagaimana dengan zaman kita, dimana para thaghut telah banyak, selalu muncul yang baru dan beraneka ragam. Dan As sunnah telah menunjukkan bahwa tidak ada satupun melainkan yang sesudahnya lebih buruk darinya. Kita memohon keselamatan dan husnul khotimah kepada Alloh Ta'ala.

Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab rahimahulloh berkata :” thaghut adalah umum mencakup setiap yang diibadati atau diikuti dalam bukan ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka ia thaghut.”

Sayyid Quthub rahimahulloh dalam adh dhilal saat menafsirkan firman Alloh Ta'ala:” diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut”. (Al Maidah: 60). Sesungguhnya thaghut adalah setiap kekuasaan yang tidak bersumber dari kekuasaan Alloh, dan setiap hukum yang tidak berdiri di ata syari'at Alloh, dan setiap aniaya yang melampaui batas al haq, sedangkan kelancangan terhadap kekuuasaan Alloh, uluhiyyah-Nya dan hakimiyyah-Nya adalah kelancangan yang paling busuk dan paling berlebihan, serta yang paling masuk dalam makna thaghut secara lafadh dan makna.

Ahlul kitab tidaklah menyembah alim ulama dan para pendeta, akan tetapi mereka mengikuti aturan mereka dan meninggalkan aturan Alloh, kemudian Alloh samakan mereka sebagai orang-orang yang ibadah kepada mereka dan Dia namakan mereka sebagai kaum musyrikin. Mereka mengibadati thaghut, yaitu kekuasan thaghutiyyah yang melampaui haqnya. Mereka tidak mengibadatinya dengan makna ittiba' dan tha'ah, sedangkan ia adalah ibadah yang mengeluarkan pelakunya dari ibadatulloh dan dari dienulloh.

Maka hati-hatilah wahai Abdulloh kamu menjadi hamba thaghut, ansharnya dan tentaranya – sedang kamu mengatahui atau tidak mengetahui – sehingga amalanmu terhapus dan kamu kembali membawa dosamu, sehingga kamu rugi dunia akherat ... !!




(1) Batasan ridha adalah mesti, agar kita dengan hal itu mengeluarkan malaikat, para Nabi dan orang shalih – yang diibadati selain Alloh – dari label dan hukum (vonis) thaghut, karena mereka sangat benci akan hal itu dan melarangnya dan karena mereka tidak ridha diibadati selain Alloh atau bersama-Nya ta'ala dalam suatupun. Maka dalam keadaan seperti ini bara' dan kufur terbatas terhadap para penyembahnya dan terhadap ibadah mereka yang syirik saja tanpa menjalar hal itu kepada yang diibadati yang mana mereka berhak mendapatkan dari kita penghormatan dan loyalitas karena Alloh tanpa cenderung pada ifrat atau tafrith.



0 comments:

Post a Comment

 

Recent Posts

Followers

Hak Cipta © Milik Allah Ta'ala, Menyebarluaskan Artikel dan konten yang ada di Web ini Di perbolehkan Li Izzatil Islam Wal Muslimin " Ashhabul kahfi "